Perbedaan Bordir dan Sablon

Variasi pada pakaian bukanlah sekedar pemanis yang digunakan untuk meningkatkan nilai tampilannya saja. Lebih dari itu, variasi dapat menjadikan pakaian sebagai bentuk ekspresi diri seseorang. Beberapa juga membuat pakaian menjadi unik dan berbeda dari yang lainnya. Sehingga dapat menunjukkan karakter dan pembawaan kesan yang beraneka ragam. Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan dan selera pemakainya.

Variasi dapat berupa variasi warna, yang membuat pakaian menampilkan kesan yang berbeda dari sebelumnya. Variasi juga bisa berupa kancing, kerah, saku, lengan, pangkat, pola jahitan dan sebagainya. Variasi tersebut dapat mengubah pakaian yang biasa menjadi pakaian dengan desain yang baru. Tetapi, dari sekian banyak variasi tersebut ada variasi yang sangat diminati masyarakat, yaitu variasi berupa bordir dan sablon.

Variasi bordir dan sablon sangat digemari, karena memiliki jangkauan kreatifitas yang lebih luas dari variasi pakaian lainnya. Karena pada bordir dan sablon anda juga dapat menambahkan variasi berupa gambar maupun tulisan pada pakaian. Tapi, pertanyaannya makanah yang lebih baik untuk menghias pakaian anda? apakah itu variasi berupa bordir atau variasi berupa sablon?

 

Kelebihan Menggunakan Bordir

Bordir merupakan variasi yang dibuat dengan merajut benang pada pakaian. Rajutan tersebut mengikuti sebuah pola hingga menjadi bentuk yang diinginkan. Baik itu bordir berupa gambar maupun tulisan. Untuk membuat variasi bordir ada 2 cara yang dapat dilakukan, yaitu bordir secara manual atau menggunakan sistem bordir komputer.

Bordir Manual

Bordir manual dapat dilakukan dengan tangan (menyulam) maupun dengan mesin bordir manual. Pertama-tama memasang kain pada ram / bidangan bordir terlebih dahulu. Kemudian menggambar pola yang diinginkan. Selanjutnya merajut benang pada kain mengikuti pola hingga selesai.

Kelemahan bordir manual adalah tingkat kerapian pada hasil bordirnya. Hal ini dapat disebabkan dari beberapa faktor terutama pada human error. Selain itu, kelemahan bordir manual adalah membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama. Karena tingkat kemahiran seseorang dalam membordir pun berbeda-beda.

Bordir Komputer

Bordir komputer merupakan solusi untuk menangani kelemahan pada bordir manual. Membuat pakaian dengan bordir komputer dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dengan mesin bordir komputer. Mesin bordir komputer adalah sebuah alat yang digunakan untuk membordir pola gambar atau tulisan secara otomatis tanpa menggunakan tangan maupun secara manual. Mesin bordir komputer ini, dapat bekerja sangat professional dan terkomputerisasi serta memiliki kualitas bordir yang bagus. Selain itu, mesin bordir komputer dapat menghasilkan bordir secara cepat, rapi dan detail.

Berikut hasil bordir berkualitas tinggi kami yang diproduksi dengan mesin bordir komputer :

Kelebihan Menggunakan Variasi Bordir

  • Hasil finishingnya rapi dan bagus.
  • Memiliki kerapatan dan detail yang tinggi.
  • Awet dan tahan lama.
  • Tidak memerlukan perawatan khusus.
  • Lebih ekonomis.
  • Dapat disetrika tanpa melonggarkan rajutannya atau kehilangan merusak warna dari logo atau gambarnya.
  • Pembuatannya cepat dan dapat diproduksi secara massal (khusus untuk bordir komputer).

Kelemahan Variasi Bordir

  • Kurang cocok untuk pakaian dengan bahan yang mudah melar dan tipis. Contohnya pada beberapa bahan kain kaos. Karena hasil bordirnya akan kurang rapi ataupun terkesan kaku.

 

Kelebihan Menggunakan Sablon

Sablon merupakan variasi yang dibuat dengan mengaplikasikan tinta sablon pada pakaian. Pola gambar dan tulisan dibentuk pada screen sablon, kemudian dibubuhi dengan tinta sablon. Beberapa proses pengerjaannya berbeda-beda tergantung tinta sablon yang digunakan.

Jenis Tinta Sablon

  • Sablon Rubber, sablon yang paling banyak digunakan. Sablon ini bisa digunakan untuk kaos berwarna gelap maupun terang. Karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain, serta memiliki tingkat kerapatan yang baik. Untuk dasar kain yang melar dibutuhkan ramuan khusus agar sablon dapat mengikuti kelenturan kain dan tahan lama. Sablon rubber juga bisa dipakai sebagai underbase, selain fungsi utamanya sebagai bahan sablon. Underbase merupakan sebutan untu tinta dasar guna menutup warna kain sebelum proses sablon warna yang lain. Underbase umumnya dipakai pada kaos warna gelap, khususnya kaos hitam. Sablon rubber juga lebih awet sehingga tidak mudah rusak apabila disetrika. Terlebih jika dilapisi dengan coating, otomatis cat rubber akan semakin lentur dan sangat awet.
  • Sablon Pigment, merupakan sablon yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang. Karena karakternya yang tipis dan mudah menyerap kedalam kain, membuat kaos dengan sablon pigmen memiliki tekstur senantiasa terlihat meskipun telah disablon. Warna yang diproduksi dari cat pigmen bersifat rata dan lebih solid daripada tinta lain. Selain itu, sablon pigmen sangatlah cocok digunakan pada desain kaos berukuran besar atau lebar karena hanya menggunakan sedikit tinta. Sayangnya, bahan sablon ini tidak dapat digunakan pada kain kaos dengan warna gelap. Ini dikarenakan karakternya yang sulit mengalahkan karakter pemberi warana serat kaos. Otomatis, warna dari tinta pigmen pun tidak terlihat.
  • Sablon Plastisol, cat sablon yang berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Akan tetapi sablon plastisol memiliki harga yang tinggi, baik dari bahan baku maupun biaya peralatan. Dalam tahap pengeringan, sablon plastisol membutuhkan kurang lebih suhu 180ºC, untuk memberikan hasil yang maksimal. Sehingga wajar jika sablon plastisol membutuhkan alat tambahan pada proses pengeringan. Setidaknya dibutuhkan beberapa peralatan seperti flash curing, conveyor curing, hot gun dan sinar infra merah.
  • Sablon Superwhite, sablon ini hampir mirip dengan sablon pigment, tetapi sablon superwhite sedikit lebih tebal. Sablon superwhite digunakan untuk bahan kaos gelap dan terang. Sablon ini juga mampu menembus serat kain dengan karakteristik handfeel yang sangat soft atau lembut apabila disentuh dan memiliki teksture yang tipis. Namun tinta sablon cenderung lebih transparan. Effect sablon yang dihasilkan tidak bisa tajam, cenderung natural atau vintage. Setidaknya ada dua jenis varian dari tinta sablon superwhite, yakni white untuk tinta warna putih serta color untuk tinta warna yang lain.
  • Sablon Glow in the dark, sablon dengan bahan Fosfor yang menyala saat kaos berada di tempat gelap. Warna glow yang paling umum digunakan adalah warna biru dan hijau. Untuk jenis sablon ini, kami menyarankan untuk menggunakan kaos dengan warna dasar yang gelap. Supaya dapat menghasilkan efek glow yang lebih kuat.
  • Sablon Reflektif, cat sablon dengan bahan fluorescence yang akan menyala pada tempat yang redup jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Cara kerjanya hampir sama seperti scocthlite reflective.
  • Sablon Discharge / Cabut Warna, sablon dengan kemampuan menipiskan atau menghilangkan warna dasar kaos. Kemudian mengubahnya dengan warna tinta sablon baru sesuai dengan kebutuhan.
  • Sablon Flocking, sablon yang dilapisi beludru dengan teksture seperti kain, halus, berbulu tipis, dan timbul.
  • Sablon Foam / Cat timbul / Puff Print, sablon yang terlihat seperti busa yang menggelembung pada kaos. Sablon ini memerlukan proses pemanasan untuk membuat tintanya mengembang dengan efek timbul.
  • Sablon Foil, Sablon ini menggunakan kertas berbahan logam yang umumnya memiliki warna silver atau gold. Sehingga membuat desain sablon anda memiliki kilauan mewah seperti logam tersebut.
  • Sablon Glitter, Jenis sablon yang menggunakan tinta yang di campur dengan serbuk metalik berwarna. Sablon ini menghasilkan kesan serpihan kecil yang berkilau pada desain sablon anda.

Kelebihan Variasi Sablon

  • Memiliki berbagai macam jenis finishing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Tetap bagus meskipun pada bahan kain yang mudah melar dan tipis.
  • Dapat mencetak gambar atau tulisan dengan ukuran yang besar sampai full print pada kaos.
  • Lebih ekonomis.
  • Pembuatannya cepat dan dapat diproduksi massal (dengan alat rotary printing).

Kelemahan Sablon

  • Beberapa jenis sablon kurang awet sehingga membutuhkan perawatan khusus (tingkat kualitas sablon juga mempengaruhi).
  • Beberapa jenis sablon dapat melar atau warna dari logo atau gambarnya rusak saat disetrika.
  • Harus mengikuti petunjuk ketika mencuci pakaian sablon. Karena ada jenis tinta sablon yang mudah mengelupas atau rusak pada saat dicuci (Biasanya terdapat label petunjuk perawatan pada pakaian).
  • Beberapa jenis tinta hanya dapat menggunakan satu warna saja.

 

Mana Yang Lebih Baik ?

Setelah membandingkan keduanya, manakah yang lebih baik? bordir atau sablon? Kenyataannya, cukup sulit jika harus memilih mana yang lebih baik. Karena mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, pilihan terbaik adalah bagaimana kita menggunakannya sesuai dengan kebutuhan.

Umumnya variasi bordir dipilih untuk jenis pakaian seragam, baju kerja, kemeja, wearpack dan sebagainya yang cenderung membutuhkan variasi yang awet dan praktis tanpa harus memikirkan perawatannya. Serta tingkat kerapian dan detail finishing yang tinggi.

Sedangkan variasi sablon biasanya dipilih untuk jenis pakaian kaos, sweater, hoodie dan sebagainya yang memiliki ruang untuk mengekspresikan tulisan dan gambar dengan berbagai macam jenis tinta dalam dimensi yang cukup besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *